Selasa, 10 Januari 2017

Awas ketipu sama pupuk cap mangga refresh

Awas pupuk palsu cap mangga refresh beredar, mula - mula nya saya tidak menaruh curiga sama sekali pada kemasan pupuk tersebut, saya beli pupuk cap mangga dan pupuk kandang 100 kantong. Kemasan pupuk hampir sama dengan pupuk yg biasa saya beli, plastik putih ada gambar mangga di kemasannya. 

Pada mulanya saya tindak curiga isi dari pupuk cap mangga refresh tersebut.pada siang itu Dateng lah seorang pembeli ke kios saya, pembeli itu membeli pohon jeruk , pot dan pupuk cap mangga refresh, dengan sigap saya mengambil pot , pohon jeruk dan pupuk tersebut, betapa kagetnya ketika merobek bungkus plastik pupuk cap mangga itu , isi nya bukan Pupuk pada umum nya melainkan serutan kayu kasar. 

Bisa anda bayangkan betapa malunya saya pada konsumen yg membeli di kios saya. Singkat cerita setelah pembeli itu pergi saya telpon penjual pupuk tersebut , beberapa kali saya telpon tidak di angkat. Selang beberapa jam saya telpon lagi penjual pupuk tersebut dan di angkat, pada mulanya di berkelit tentang isi pupuk cap mangga yg isinya serutan kayu , setelah saya gertak baru dia mengaku dan katanya mau mengganti nya.

Dia bilang 2 hari lagi saya ganti katanya, 2 hari saya tunggu tak kunjung Dateng juga dan saya masih sabar menanti , setelah beberapa Minggu tak Dateng juga kesabaran saya sudah habis dan saya menuliskan nya di blog saya sebagai bentuk kekesalan saya.

Awas bagi Anda yg mempunyai kios bunga berhati-hati lah dengan penjual pupuk cap mangga refresh, saya sarankan teliti sebelum membeli agar tak terjadi apa yang saya alami.

Jumat, 06 Januari 2017

Lirik lagu thufail alghifari

Assalamualaikum para pecinta musik underground Cirebon , kali ini saya akan posting lirik lagu thufail Al-Ghifari, lagu Ini jga yg mengilhami pemberian nama anak saya, semoga kepintaran dan keberanian menular ke anak saya.Amin

Lagu nya juga menurut saya sangat berani dan vulgar dengan gaya nya kritis menentang semua bentuk ketidak Adilan terhadap Islam. Semoga anda juga bisa terinspirasi oleh-nya.

Salam Satu Jari ( One Finger Underground Movement) buat penikmat musik cadas

DEMOCRAZY
By : Thufail Al Ghifari

Cho intro:
Di dalam hati ku bertanya kegilaan ini
menusuk sanubari menikam asa
dan butakan nurani

Nafas Degradasi peradaban Zaman
ketika para samiri semakin bebas berkeliaran
Gentayangan Dalam percaturan Aqidah sempalan
Kombinasi majas liberal dan logika sompral
Kaderisasi Abdullah bin ubay bin saba bin dajjal

Cangkok modernitas dari kupasan sinetron berlabel dakwah abal-abal
Kacung Dollar yang coba ambil alih kapitalisme dan pembodohan serial
sinetron dalam skenario para pembual
Lalu akhiri setiap chapter Tauhid dengan kuburan meledug,
Mayat penuh belatunglah, kecoalah, cacinglah

Penuh lintahlah lalu bau busuk dan sampah
Sama persis seperti Aqidah para kurawa
Yang caplok sengketa beras bulog
Dari blok konsumerisme rapelan anggota dewan & prestasi jeblok
Tidak beda dengan bisnis vcd porno glosiran glodok

Terkombinasi dalam dana illegal kemunafikan pemilu elit-elit bolot
Mencolok seronok
Mengambil kesempatan dalam kesempitan
Lalu lempar retorika dengan tampang sok menawan

Mengkonsumsi wacana democrazy para legislatif
Dan air lendir kamar hotel sebagai rileksasi alternatif
Kacung zionis yang coba berlaga hanif
Sambil back up prostitusi progresif
Jaringan mafia kemunkaran yang makin atraktif

Hak asasi seperti apa sih yang kalian maksud?
Ketika media jerumuskan propaganda
Mengupas bangkai dan memonopoli sajadah
Menyerang ulama lalu dustakan agama
Persis seperti dusta besar konspirasi yang coba bungkam
Keteguhan Ba’asyir dan poligami Abdullah Gymnastiar

Chorus :
Hati-hati Freemasonri
Terbangun dari rotasi konspirasi
Energy hirarki para tirani
kamuflase hak asasi

skenario pirasi pion konsumerisme klub rotari
voting tentang prostusi dan hak asasi
atas nama kebenaran dari kacamata demokrasi Undercover!
Agenda tersembunyi ini takkan bisa di barter

Mulai dari isu anti poligami yang dibuat santer
Di carter dari kepentingan fenomena anti teroris ala para crusader
Jual beli saham ibu pertiwi
Untuk devisa dari percaturan departemen maksiat dalam negeri

Playboy takkan mati !!!
Sejak nurani dewan pembantaian rakyat
Membungkam poros indosat
Diatas saham generasi kami
yang dijual dari Riba korupsi BUMN dan MTV

moralitas ejakulasi dana rapelan
bumbu kolesterol pilkada dari kurs busway dan tradisi Banjir Jakarta
imbas invasi kapitalisme dataran tinggi rasuki daerah

Villa pariwisata dan devisa bisnis ejakulasi merajalela
Retorika bagi hasil dan bunga bank
topeng pemodal berwatak hitler yang makin edan

Maka apa arti RIBA?
sejak slogan syariah masih terlalu lugu tuk sterilkan Bank Indonesia dari intervensi IMF
bercampur bersama asset keuntungan jaringan film BF

bensin fatwa haram departemen agama
yang menjilat ulang ludah bisnis minuman keras
atas nama bea dan cukai departemen perdagangan

dan kemajuan pariwisata
persis seperti para munsyid yang mengumpulkan dana untuk palestina
atas nama Jihad dan Dakwah
sambil menunda waktu sholat tepat waktu ketika Adzan tiba
atas nama fiqud dakwah atau takut kehilangan massa
mengaku aktivis dakwah sambil memelihara Taghut yang tak ada habisnya

Chorus :
Hati-hati Freemasonri
Terbangun dari rotasi konspirasi
Energy hirarki para tirani
kamuflase hak asasi

bicara soal zionis dan dakwah atas nama gerakan reformis
perhatikan kelakar para aktivis mulai prejudis, ironis, opportunis
pakai bendera palestina dimana-mana
bicara Jihad Fi Sabilillah

tapi disuruh nikah
malah nawar ukhti dibatas waktu kuliah
akhwat kok di order
emangnya mikrolet
ngak usah ngomong jihadlah
jihad yang aduhai aja nggak berani
gimana mau bicara jihad kayak di Palestina

ya tapi akhirnya ada juga yang berani walimah..tapi ya gitu deh
ngaji pulang ngaji pulang habis walimah ngilang

Realita mulai samakan Tuhan dengan uang
Kalau tidak dia bakal hengkang
Ngambek kayak Gamal Abdul Naseer sama Hasan Al Banna ketika membangkang

Bacot shiffin merajela lalu angkat bendera perang
democrazy kegilaan merasio dilema habiburahman el shirazy
sejak VJ Rianti mendominasi sinema ayat ayat cinta
berharap sajadah cinta mesra bertasbih

dengan lusinan konsumerisme ibu kota
yang tak kunjung beri harapan pada lusinan pemerkosaan akhwat di abu graib
terlalu gaib untuk mampu terjemahkan aib
begitulah democrazy mendominasi hegemoni dengan budaya salib
menyalib rongsokan retorika yang makin kehilangan bait jadi diri
dari lawakan penghisap rokok kapitalis yang coba bicara revolusi

pelacur marx dan nietzhie dari prostitusi stadium zionis tingkat tinggi
level murtad yang makin kehilangan trombosit aqidah islami
logika kronis retorika statis apatis
seidiot syahadat kita di turnamen sepakbola piala asia yang sarat doktrin kapitalis.

Semoga masyarakat gujegku menjadi masyarakat yg tercerahkan, Amin

WASALAM

Selasa, 03 Januari 2017

Tanpa bantuan dukun pun kita semua bisa sukses

Assalamualaikum bro and sis jumpa lagi dengan angmian, semoga sedulur gujeg sehat walafiat & sukses selalu Amin. tulisan saya kali ini terinspirasi sama sohib ane, sama - sama orang sekampung nama nya mukromin, tentu nya ente knl kan. Ok langsung saja simak ulasannya


Semua tidak akan berhasil dengan baik kalau dilakukan dengan cara tidak baik atau asal-asalan, sekalipun seolah asal-asalan dan terkadang seseorang tidak menyadarinya ternyata yang dilakukannya merupakan suatu cara yang pas.

Ungkapan saya diatas sebenarnya bukan hanya berguna dalam dunia dagang tapi lebih pada tindakan untuk mencapai semua hal.

Kembali pada inti masalah sesuai judul tulisan ini, dukun tidak akan bisa membuat anda sukses berdagang tanpa peran profesional anda (bener GA bro..? ). Dalam hal ini saya ingin mengajak anda untuk berpikir dengan alasan berdasarkan dengan apa yang dipikirkan, bukan rajin berkata "saya tidak percaya" dan ketika ditanya apa alasannya tidak percaya tidak bisa jelaskan' tepatnya tidak punya alasan untuk tidak percaya.
Kalau tidak percaya pada dukun tapi tidak bisa menjelaskan atau tidak terpikir' apa alasannya untuk tidak percaya. maka ada kemungkinan anda bisa kembali mempercayainya. Semua yang bersifat gaib tidak akan bisa bekerja dengan sendirinya dan juga tidak akan bisa keluar dari lingkaran kosmid alam dengan hukum sebab musababnya. Dan saya mempercayai tanpa bantuan dukun pun kita bisa sukses asal kita mau berusaha  giat berkerja & berdoa kepada yg memberi rezki( bener GA bos ) .

Ah' Paragraf ketiga saya terlalu rumit untuk dipahami para pencita perdukunan. mari kita turun keparagraf yang sedikit mengguncang nalar untuk menampar kesadaran.

Sudah berapa jimat yang anda miliki?. oke jimat sakti mungkin, jimat yang bisa membuat anda kaya & dagangan nya laris, jimat yang bisa membuat anda hebat, jimat yang bisa membuat anda kebal, bahkan lebih kuat dari gatotkaca, sebanyak dan selengkap jimat kekuatan yang anda miliki tetap sing Sugi si Tomy Soeharto & Aburizal Bakrie, maka tinggalkan sifat-sifat  kaum pagan yg menjadikan kita jauh dari Alloh swt. Tanpa bantuan orang pintar pun saya dan anda bisa meraih sukses asalkan mau berusaha dan giat.

Dukun yang memberi anda penglarisan tidak akan bisa membuat anda laris dalam berdagang, jika anda memang tidak memiliki strategi dagang yang baik.
Inget Lo bro kesuksesan bukan Dateng dari orang pintar melainkan dari Alloh dgn cara kita giat berusaha.


Sekian dulu lulusan dari ang mian, apabila ada salah ucap ang mian mohon maaf yg sebesar-besarnya. Wassalam

Minggu, 04 Desember 2016

Berdoa kok di facebook

Assalamualaikum sedulur gujeg ku , semoga kalian tidak bosan ya sama postingan di blog ang mian, ga perlu basa - basi lagi simak saja ulasan dari saya.

Saat saya menulis ini, saya bener-bener baru bangun. Saya bikin kopi dan menyeret sebatang rokok gudang garam filter kesukaan saya. iseng, saya online sebentar ke salah satu media sosial. Dan saya kembali harus mengernyitkan kening dan menahan kemuakan saat menemukan lagi-dan-lagi seseorang berkicau doa di sebuah media sosial. Fenomena macam apa ini?

Allah tidak punya facebook, twitter, email, atau apapun lah itu yang sekarang ini sering kita pakai untuk menyuarakan isi hati kebanyakan curhat. Allah tidak pernah minta nama-Nya di-tag di salah satu status di facebook kita atau di-mention di twitter.

Atau hanya sekedar pamer kalo kita saban menit inget sama Sang Maha Pencipta? .So..!! lo pergi ke masjid berdoa, dan meminta apa pun yang lo inginkan. Mesjid semakin banyak dan besar, namun semakin sepi. Ya jelas sepi orang - orang pada nongkrong di fb , twitter , instagram dan lain sebagai nya.

Mengumbar-umbar doa itu menurut saya malah gak barakallah. Karena apa? Coba tanya ke diri kamu sendiri, saat kamu mengumbar kicau doa di media sosial, pasti ada sedikit saja –secuil saja- keinginan untuk menampakan pada orang-orang bahwa kamu sedang mempunyai masalah atau ingin memberi tahu dunia bahwa kamu tipe orang yang rajin bersyukur. Atau….hanya sekedar mengharapkan jempol atau re-tweet dari orang-orang karena memang ternyata terbukti ampuh menarik simpati orang dengan kicau doa ini. Ayola bro itu riya. Ada maksud terselubung lain selain meminta pada Allah. Apa Allah suka orang yang riya? Ah, saya tidak perlu menjawabnya.

Apa? Berdalih bahwa “Ini akun, akun saya! Status, status saya! Kenapa kamu yang sibuk?! Gak suka gak usah baca!”.  Saya cuma nyoba ngelurusin jalan pikiran kamu yang mulai plintat-plintut itu.

Masih nyolot juga bilang “Masalah buat elo?!”. Haaahaaa
Aneh bukan ,berdoa kok di facebook biar di bilang orang alim kali..!!!

"Yang namanya berdoa itu gak perlu pake perantara, ambil air wuduh trus shalat dan panjatkan doa dalam hati dan tujukan ke Maha Pencipta, niscaya bakal didengerin kok." Setuju ga bro..? Jadi gunakanlah sosmed buat hal - hal positif saja ya guys & yang negatif jangan.

Apabilah ada kata - kata yg kurang berkenan ang mian minta maaf yang sebesar - besar nya .

WASALAM..

Rabu, 30 November 2016

Budaya pamer dunya ( harta ) di kampungku

Aku melihat ada suatu “penyakit” di kampungku, entah penyakit apa namanya. Mungkin penyakit satu ini melanda kampung-kampung yang lain juga, melanda desa lain atau bahkan kotaku. Ah kuharap jangan. Tak mampu kubayangkan jika penyakit ini merasuk ke setiap warga kampung, menggerogoti setiap sendinya hingga melahap satu sama lain.

Sebuah desa terpencil yang terletak di seberang kali Bengawan panguragan. Wilayahnya yang membentuk huruf O, di mana di kiri kanan membentang sawah dari pagertoya hingga desa kreyo , Desa Gujeg Kecamatan Panguragan Kabupaten cirebon.

Ada satu hal yang membuatku terusik untuk menuliskannya. , karena kecintaan ku pada kampung gujeg.  Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa, namun aku juga masih bukan apa-apa. Ingin sekali rasanya aku membuat sesuatu yang dapat menyadarkan mereka, membebaskan dari belenggu penyakit yang terus mendera setiap warganya.

Aku merasa bahwa setiap warga di kampungku selalu mencoba untuk “unjuk gigi” satu sama lain, dengan kekayaannya, hartanya dan kendaraannya. Orientasi mereka bukan lagi sebuah kesederhanaan seperti orang desa dulu. Semuanya berlomba-lomba mengejar harta, menuhankan uang. Yang ada di pikiran mereka adalah bekerja agar punya uang, supaya memiliki sesuatu yang bisa “menjual”. Pemuda-pemuda desa terpaksa harus merantau ke Jakarta mencari pekerjaan, sedang pendidikan bukanlah jadi hal utama.

Ibu- ibu saling pamer gelang dan kalung agar diakui sebagai keluarga terpandang, supaya kami warga yang miskin kagum dan berkata “wow” padanya. Tolak ukur suatu kesuksesan pun kini telah berganti makna. Adalah dengan minimal memiliki sepeda motor dan pekerjaan tetap, kau telah sukses. Tak peduli itu motor siapa pekerjaannya pun apa. Dengan begitu mereka bisa “dianggap” dan diterima oleh masyarakat.

Setiap dari mereka saling membanggakan diri dengan pekerjaannya masing-masing. Menjadi sebuah “keharusan” jika kemana-mana selalu membawa kendaraannya “tercinta”, ke mushola, kuburan, ngirim zakat ke tetangga dll. Kalau lebih mudah dengan jalan kaki kenapa harus naik motor? Kalau lebih enak naik motor, kenapa harus pakai mobil?

Lalu hal yang menarik lagi adalah pemuda desa di kampungku. Jujur aku miris melihatnya.  Hampir semua orang tua dikampungku tak peduli lagi dengan pendidikan anaknya, yang ada di kepala mereka adalah anak-anaknya segera bekerja dan menikah. Betapa banyak teman seanggkatanku bahkan adik kelas yang telah menikah di usia dini. Mungkin mereka siap secara materi karena punya pekerjaan tetap, tapi apakah mereka siap untuk memberi pendidikan yang layak bagi anak-anaknya?

Belum lagi masalah moral pemuda yang suka bersenang-senang dan melanggar pakem-pakem yang ada. Namun yang tak mampu aku cerna adalah, orang tua mereka seakan tak peduli jika itu terjadi pada anaknya. Maka aku berasumsi, layaknya di televisi-televisi, kehancuran moral seorang anak itu disebabkan buruknya orang tua dalam mendidik anak, sehingga wajar adanya jika hal ini terjadi. Ya, inilah realita sesungguhnya yang terjadi di kampungku.

Mencoba menerawang sejarah. Aku masih ingat, dulu semasa kecil di awal tahun 2000-an, saat maghrib menjelang kami berbondong menuju mushola untuk sholat dan belajar mengaji. Masih terbayang jelas kami bermain berupa-rupa permainan yang sekan tak ada habisnya. Hari libur adalah hari yang menyenangkan karena kami bisa bermain seharian penuh. Ada petak umpet, kelereng, bermain karet, bola bekel, layang-layang, slodoran, bom-boman, tentara-tantara-an, mencari sarang burung, memanjat, berenang, bermain bola dan lain-lain.

Mungkin generasi kami, generasi 90-an merupakan generasi terakhir yang sempat merasakan permainan tradisional, sebelum era millennium tiba. Dan kini, perlahan namun pasti, lapangan semakin sepi, acara Agustus-an pun semakin tak diminati. Anak-anak lebih gemar ke warnet dari pada bermain bersama. Mengaji ke mushola adalah sebuah formalitas belaka. Buktinya, banyak anak-anak bolos mengaji dibiarkan saja oleh orang tuanya. Sekolah pun hanya untuk bisa calistung tok. Yang perempuan lulus SMP atau SMA langsung menikah, yang laki-laki lulus atau tidak SMP/SMA tetap ke Jakarta mencari kerja.

Masalah ekonomi masih menjadi alasan klasik kami untuk diam di tempat. Tapi apakah karena masalah ekonomi pula adat dan budaya kampung ini tersisihkan? Lalu nilai-nilai dan norma yang ada semakin ditinggalkan? Yang tabu tak lagi dianggap malu, yang hina malah disuka, namun yang berwenang tetap tak mau tahu.

Belum cukup sampai disitu. Layaknya di kota, ketimpangan antara si miskin dan si kaya pun terjadi di kampungku. Si kaya semakin merajalela dan menikmati perannya untuk membuat si miskin iri.  hingga nenek tua yang hidup sendiri di tinggal anak-anaknya.

Komplitsudah permasalahan di kampungku. Jika siklus ini terus berlangsung, lalu apa gunanya pendidikan? Toh sebagian besar mereka bekerja dengan otot bukan otak. Indonesia merdeka 71tahun atau 400 tahun lagi pun mungkin tak ada yang berubah banyak pada kampungku. Oh sungguh miris ..!!! Cukup sekian unek - unek dari saya yg peduli dan cinta sama desaku tercinta.
kalau ada kata saya yg kurang berkenan ANG MIAN mohon maaf yang sebesar-besar nya

WASALAM

Rabu, 09 November 2016

pembangunan di desaku dari masa ke masa

                                                                     

                                                      
 
    Desa Gujeg nama desa ku kata orang tua berarti jejeg ( tak berkurang ), desa ku ini terletak di kabupaten
Cirebon kecamatan Panguragan. di desa ku ini pemandangan nya hijau nan asri, perlu kalian ketahui di desa ku ini cewek nya cakep-cakep lo ( heeheee.. ), cowok nya  juga ganteng - ganteng pokoke bagi kalian yang singgah di kampung ku di jamin betah dan gak mau pulang de...!!!
   Di desa ku ini di pimpin oleh kuwu perempuan, nama kuwu nya hj. Ruisah ( kuwu perempuan pertamaa dalam sejarah di desa ku ) , di era kepemimpinan nya banyak yg mencibir, gak bisa ini lah  & gak bisa itu lah
tapi bagi saya mereka yg nyinyir itu berpikiran kuno dan kolot, kalau menurut saya yg penting bisa membangun desa dan memajukan desa kenapa tidak kita dukung ( bener ga bro...) toh kuwu laki - laki juga belum tentu sebaik perempuan dalam memajukan desa kita ini
  menurut cerita kakek ku, dari sekian kuwu laki - laki yg memimpin gujeg ini baru kuwu sukardi ( ALMARHUM ) yg mendapat tempat di hati masyarakat gujeg , ya walaupun memimpin dengan sisitem yg otoriter. pada masa pemerintahan nya saluran irigasi lancar dan fungsi kali berjalan sebabagai mana mesti nya kata kakek ku, itu dulu lain dengan sekarang pungkas nya.
sepeninggal kuwu Sukardi ( ALMARHUM ) , kali - kali mengalami penyempitan, got - got tidak jalan , saluran irigasi tidak berjalan sebagai mana mesti nya. bukan saya mengecilkan pamri sesudah
 kuwu almarhum Sukardi menurut saya mereka itu gagal dalam membangun desa, mereka hanya bisa mengklaim kalau saya berhasil membangun desa dan pada kenyataan nya tidak ada yang di rasakan petani dan warga desa gujeg.
  Alkhamdulilah di era kuwu sekarang sudah mulai ada pembangunan di desa ku, mulai dari saluran irigasi dari wates gujeg sampai sampai pojok kulan sedang di kerjakan pengerukan , pembangunan gapura yg dulu tidak ada sekarang sudah mulai di bangun , kantor kuwu pun sudah dalam tahap renovasi dan selokan pun sudah kembali ke fungsi nya, ya walaupun masi ada kekurangan di sana - sini , tapi bagi saya itu besar manfaat bagi petani dan warga desa. terimah kasih ibu kuwu kini di era mu memimpin desa sudah ada pembangunan di desa kami dan seluruh masarakat desa gujeg selalu mendukung mu. mari kita sama - sama bergotong royong membangun desa ke era yang lebih maju lagi, sekian dan terimah kasih


nb*mohon maaf apabilah ada kata - kata yg kurang berkenan
     saya mohon maaf yg sebesar - besar nya

Kamis, 03 November 2016

gujeg ku kini dan sekarang

  1. Kampung kecil di salah satu kecamatan yang ada di kabupapaten cirebon ini dahulu adalah kampung yang religius, kampung yang kental dengan kegiatan keagamaan, kampung yang setiap sore selalu terlihat anak-anak mulai dari usia SD sampai usia SMA lalu lalang dengan sarung dan kopyah di kepala untuk menuju musholla, surau, langgar, masjid dan tempat ibadah yang lain untuk ngaji, nyantri dan belajar membaca Quran. Menjelang maghrib sampai kira-kira jam 8 malam, kampungku ini tak pernah sepi dari lantunan ayat suci al-Quran, teriakan anak-anak yang sayup-sayup terdengar dari beberapa surau dan musholla, mereka dengan fasih melafalkan kalimat berbahasa Arab, mulai dari bacaan sholat, syair dan bait dari kitab suci alquran, dan sebagainya.
    gujeg, itu nama kampungku. Desa gujeg di kecamatan Panguragan ini merupakan desa kecil, desa yang akses menuju kecamatan, harus melalui deretan sawah dan hamparan lahan kosong, hingga kebiasaan masyarakat sekitar menjelang maghrib sudah tak ada lagi aktivitas di luar kampung yang dilakukan. Maka tak heran jika kampungku ini jauh dari kesan nakal, bukan kampung yang dihuni oleh pemuda pemabuk, bukan pula kampung yang rame dengan pemuda yang nongkrong di pos ronda dengan kartu remi. Kampungku adalah kampung damai, sebagaimana yang tertulis dalam syair lagu salah satu mars disalah satu sekolah dikampungku ini.
    Secara geografis, desa gujeg disebelah barat berbatasan dengan desa kreyo, sedangkan disebelah timur berbatasan dengan desa pagertoya. Mayoritas penduduk di desaku ini berprofesi sebagai petani, sebagian pedagang dan sebagian lagi pengangguran, inilah kampungku. Walaupun sebagian mereka pengangguran, namun mereka jauh dari kesan nakal, sama sekali tak terlibat kriminal,.
    Pendidikan masyarakat di desa gujeg pun tergolong rendah kala itu, salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses pendidikan, masyarakat yang hendak melanjutkan ke sekolah tingkat lanjut, harus keluar kampung bahkan keluar kecamatan. Maka tak heran jika sebagian besar masyarakat di desa gujeg berpendidikan SD.
    desa gujeg adalah desa yang asri, desa yang damai, desa yang jauh dari kesan desa nakal, karena hampir seluruh pemuda di desa gujeg adalah pemuda terdidik walaupun mereka tidak berpendidikan tinggi. Pesantren cukup bagi pemuda dan anak-anak di desa gujeg sebagai jembatan untuk menggapai ilmu pengetahuan dan cita-cita dimasa yang akan datang.
    Kini, desa yang dahulu asri dan damai itu berubah, berubah sekali, berubah 180 derajat. Desa yang dahulu aman dan damai, seolah menjadi tempat yang tak nyaman, menjadi desa yang mencekam, desa yang jauh dari kesan desa santri, anak-anak tak lagi terlihat berlalu-lalang dengan kopyah dan sarungnya menuju ke musholla, lantunan ayat dan kalimat berbahasa Arab pun mulai tak terdengar dan seolah lenyap.
    Entah apa yang menyebabkan desaku ini berubah sedemikian rupa, pemuda dan pemudi di kampungku mulai banyak yang bermasalah, mulai dari  pemakai dan pemabuk, na’uzubillah.
    Pada sisi yang lain, sisi yang baik, mulai banyak bermunculan sarjana dan beberapa pemuda yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tingkat kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mulai terbangun.
    Namun sayang sungguh sayang, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan itu pun diikuti oleh aib jelek yang ditorehkan oleh ulah sekelompok pemuda yang tak bertanggung jawab, mereka ada yang terlibat narkoba & pemabuk.
    Oh…kampungku, nasibmu kini tak seindah saat aku masih bersamamu dulu. Esok dan entah di masa yang akan datang, apa yang akan terjadi pada kampungku ini, aku sendiripun tak mampu membayangkannya.
    Hanya mampu berdoa dan berharap, semoga kelak dimasa yang akan datang, kampungku menjadi kampung yang baik, kampung yang aman, kampung santri yang penuh dengan lantunan ayat suci dan kalimat berbahasa Arab, Aamiin.

    sekian dulu keluh - kesah yg membuat ang mian resah, salam sejahtera selalu buat warga gujeg