Tampilkan postingan dengan label desa gujeg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa gujeg. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Kisahku tentang baju lebaran

Ramadhan tiba - Ramadhan tiba, markaban ya..  ramadhan markaban ya..  ramadhan. Itulah seruan tv dan radio untuk menyambut datangnya bulan yg sangat di nantikan yaitu bulan suci ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Tak terasa sudah 7 hari kita menjalankan puasa pada ramadhan tahun ini. Ada sekelumit kisah yang saya alami dan masi membekas di hati hingga saat ini.

Pengalaman ini aku tulis dengan harapan kelak bisa di baca oleh anak - anakku kelak.

Minggu, 28 Mei 2017

Riview buku negri para bedebah

Assalamualaikum warga gujegku. Berikut ini saya mau posting kata-kata bijak yg ada di buku negeri para bedebah, mungkin kata -kata yg saya rangkum lumayan bagus  buat pendorong semangat buat anda. Simak saja kata - kata bijak di buku negeri para bedebah.

Kalian tahu bagaimana cara terbaik menanamkn sebuah ide di kepala orang lain ? Lakukan dgn cara berkelas.

Setiap orang punya urusan masing - masing. Urus saja bagian sendiri sisanya tutup mulut.

Tetapi  saat ini,  satu - satu nya orang yg ku percsya adalah diriku sendiri.

Jika kalian ingin menarik perhatian seseorang dgn level yg sudah terlalu tinggi di banding kalian, lakukanlah dgn cara ekstrem

Sebuah skenario infiltrasi ide , jgn pernah peduli dgn latar belakang lawan bicara kalian .

Jangan panik , tetap terkendali , selalu berpikir jernih.

Bersabar nak, tuhan sungguh sayang pada orang yg sabar.

Esok lusa semua akan kembali baik, esok lusa semua akan pulih, janji-janji masa depan.

Kami senasib sepenanggungan  berjudi dgn masa depan.

Kejadian menyakitkan selalu mendidik kita menjadi lebih arif.

Pertempuran pertama yg kulakukan atas nama masaa lalu 

Dalam kehidupan nyata. Kita selalu saja punya kesempatan untuk memanipulasi situasi, bertaruh dgn sedikit keunggulan.

Orang cina bijak zaman dulu bilang, tempat yg paling aman justru tempat yg paling berbahaya, dan sebaliknya tempat yg paling berbahaya justru tempat yg kalian pikir paling aman .

Kita sama-sama tahu untuk orang-orang seperti kita, kehormatan adalah omong kosong  .

Lagi pula,kalau kau ingin sebuah hubungan berhasil, entah itu pertemanan, atau lebih dari itu, kau harus terbiasa menyesuaikan diri.

Semua orang bertingkah sama, melupakan kesabaran jika urusanya tentang uang .

Kehilangan sepertiga jelas lebih baik di banding semuanya. Itu rumus baku pembisnis ulung. Mengorbankan sebagian, demi keuntungan yg lebih besar. Mundur 2 langkah, untuk maju
Bahkan lari ribuan langkah.

Pepatah bijak orang tua dulu, musuh ada di mana-mana, maka berhati - hatilah sebelum kau bisa memegang kerah lehernya .

Dia lebih dulu menjulurkan tangan, sikap khas seorang gentleman.

Untuk seorang yg amat berpengaruh, suka berbicara lugas, percakapan basa-basi bisa merusak.

Di coba gagal, di coba gagal lagi. Terus saja kaulakukan. Lama-lama kau tahu sendiri bagaimana seharusnya trik terbaik dan tdak mengulangi kesalahan yg sama. Itu sekolah terbaik.

Itu bagus. Sepanjang kau punya semangat untuk itu, kau bisa ahli dalam banyak hal tanpa harus duduk di kelas.

Kalian akan di cekoki dgn dogma :  meminjam lebih baik daripada mengeluarkan sendiri.

Di coba gagal, di coba lagi gagal. Jgn pernah putus asa, mengeluh, apalagi berhenti dan melangkah mundur. Kau mewarisi darah seorang perantau, mewarisi tabiat seorang pejuang tangguh.

Tanpa kita sadari, dalam hidup ini, potongan - potongan kecil menjadi tempat kita belajar sesuatu dgn efektif.

Kau tidak sedang berbohong bukan ? Tidak sekedar  menyenangkan atasan.

Anggap saja aku bosan disuruh melakukan banyak hal. Bosan dengan perintah, laksanakan , tutup mulut , jangan banyak tanya.

Aku selalu mengambil keputusan, tindakan, aksi, intervensi apapun namanya, untuk menentukan takdirku sendiri.

Di dunia ini banyak orang melupakan sifat baik di hatinya.

Kau ingin berhasil dan sukses " bekerja keraslah.
Kau menginginkan semuanya, tidak sekedar menjadi orang suruhan ? BEKERJA KERASLAH

kau tumbuh lebih tanggu di banding siapapun, bahkan berkali - kali lebih tangguh di banding orang tua ini waktu muda dulu.

Nah, tidak ada sakit hati, teman. Tidak ada dendam. Semua hanya soal uang. Selamat tinggal.

WASALAM

Rabu, 24 Mei 2017

Puisi untuk sang penjilat

Puisi ini khusus untuk kamu, sang penjilat.


Yang menyisihkan waktunya semenit atau bahkan berjam-jam hanya untuk menceritakan hal kosong, yang bahkan tak bernilai di mata orang bijak.
Yang merelakan mulutnya berbusa, menceritakan kebencian, keburukan orang lain!


Yang selalu menganggap dirinya Tinggi! Walau sebenarnya Rendah.
Kapan kamu bisa mengerti? Paham, bahwa kelakuanmu itu mematikan?
Kapan kamu paham, kalau kelakuanmu hanya seperti pohon yang tak berbuah?
Atau bahkan seperti Rumah tak berpenghuni?
Yang sia-sia, tak berguna, nol besar?

Hati ini meringis..
Meringis bukan karena di rendahkan olehmu atau karena di caci olehmu.
Tapi lebih jelasnya, karena melihat kelakuanmu yang lebih rendah..
Lebih rendah dari seseorang yang pekerjaannya hanya  meminta-minta perhatian,


Lebih rendah dari seseorang yang selalu menertawakan kekurangan orang lain ,
Dan bahkan lebih rendah dari mereka yang hari-harinya terkurung dalam kegelapan.

Rabu, 17 Mei 2017

SUASANA MENJELANG PILWU DI DESA GUJEG

suasana panas dan saling perang opini warga desa di kampungku, baik di desa maupun di kota Jakarta . Mereka selalu melempar opini panas yg kian panas, Di sosmed pun tak ketinggalan mereka saling beropini calonnya lah yang paling bener dan pantas duduk di kursi panas nan empuk.

Tak dapat di pungkiri jabatan kuwu memang strategis , selain menjanjikan naiknya status sosial ekonomi terlebih bengkok dan siltapnya . heee...heee
Ia menjadi figur yang di anggap Masyarakat memiliki kelebihan tersendiri,
Disegani dan di hormati.

Para pendukung masing - masing calon menarik simpati warga dengan berbagai cara, yang jelas masing - masing kubu merasa calonya-lah yang paling pantas duduk disinggasana kuwu.

Tidak jarang terjadi , upaya masing - masing kubu untuk menarik simpati masa ini menimbulkan situasi panas dan tegang . Ada keharusan bahwa calonnya lah yang harus keluar sebagai pemenang. dalam situasi ini di perlukan peran aktif dari Pemdes , Calon Kuwu dan Tetua Desa untuk memberikan pengertian agar tidak terjadi gesekan antar sesama warga Desa.

Celakanya  Mereka tutup mata dan membiarkan gesekan - gesekan itu terjadi di masyarakat, sungguh ironis memang dinamika yang terjadi di Desaku.

Masih teringat di benak kita semua peristiwa priode lalu , Ada anak yang di usir oleh Bapaknya gara - gara Pilwu hanya karna perbedaan kubu , ada Jami'ah yang bubar gara- gara Pilwu dan masi banyak lagi kawan . kejadan ini sebenarnya pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua dan jangan sampai terulang ke dua kalinya.

Jangan ada lagi perpecahan di antara warga desa dan saya yakin warga Desa sudah semakin dewasa dalam berpolitik , Panggung pilwu adalah rivalitas sementara , begitu rivalitas usai kita ini saudara sekampung , jangan mau di perbudak oleh oknum - oknum, jangan ada lagi sekat - sekat pemisa di antara para sedulur. mari kita bersatu membangun desa ke arah yang lebih maju. pilwu bukan ajang pecah belah , bukan menghadirkan sekat - sekat pemisa melainkan arena memilih pelayan bagi semua kalangan.

Mari kita sukseskan Pilwu di desa kita dengan Aman dan Damai , kita junjung tinggi rasa persaudaraan dan kekerabatan.

SALAM KOMPAK SELALU WARGA DESAKU
bukan untuk menghadirkan sekat-sekat pemisah, melainkan arena untuk memilih pelayan bagi semua kalangan. - See more at: http://mediaindonesia.com/editorial/read/983/demokrasi-kita-semakin-dewasa/2017-02-16#sthash.9iPJamjs.dpuf
bukan untuk menghadirkan sekat-sekat pemisah, melainkan arena untuk memilih pelayan bagi semua kalangan. - See more at: http://mediaindonesia.com/editorial/read/983/demokrasi-kita-semakin-dewasa/2017-02-16#sthash.9iPJamjs.dpuf



 

Minggu, 14 Mei 2017

Suasana lebaran di kampungku dulu dan kini

Dulu, setiap kali hendak malam takbiran aku dan kawan kecilku begitu antusias menyambutnya,
kini, anak - anak kecil di sekitaran rumah bahkan semangatpun tidak.

Dulu, sekali puasa sudah genap 30 hari. pasti kampung telah bersiap dengan sejuta sambutan takbir.
kini, sidang isbat menghambat semuanya.

Dulu, aku dan kawan kecilku tak pernah pulang ke rumah sebelum azan subuh berkumandang untuk mengumandangkan takbir.
kini, generasi cilik kampungku lebih senang menonton dan tertidur pulas di depan tivi.

Dulu, ragam lampu kerlap kerlip depan rumah rumah.
kini, aku lampu seen motor yang berseliweraan.

Dulu, remaja kampung suka keliling mushola.
kini, remaja kampung suka keliling wall facebook.

Dulu, ibu selalu menyuruh membuka pintu rumah sampai subuh di malam takbiran.
kini, lewat jam 11 lampu depan sudah mati.

Dulu, sekedar kembang api tangan dan kembang tetes sungguh mengasyikkan.
Kini, cuma mercon yang menarik perhatian.

Dulu, zakat cuma untuk mereka yang kurang mampu.
kini, semua warga kebagian rata.

Dulu, obor dimana mana
kini, jalanan lengang seperti tak ada apa - apa.

Dulu, halal bihalal bahkan bisa sampai jam 4 sore.
Kini, lewat jam 11 siang jalanan lengang.

Dulu, aku dan kawan kecilku tak pernah melewatkan 1 rumah pun saat keliling.
kini, hanya 1 blok. itu pun beberapa yang kenal cukup akrab

Dulu, siapapun itu, dijalan semuanya bersalam-salaman.
kini, kenal pun kadang pura2 tak lihat. :(

Dulu, kalimat maaf terucap langsung dari mulut,
kini, kalimat maaf sebatas bbm, chat, tweet dan status

Senin, 20 Maret 2017

Sandiwara radio

Assalamualaikum sedulur Gujeg.

Buat sedulur - sedulur yang pernah ngalamin masa jayanya sandiwara Radio tentunya punya kenangan manis dengan Sandiwara Radio ini. Tiap pulang sekolah dan malam hari ngejogrokin Radio Cuma buat dengerin Sandiwara Radio Saur Sepuh aka Satria Madangkara, Nini pelet dan Mak rompang. Posting Ini Ang mian sajikan sebagai Nostalgia sandiwara Radio Era 90 an. Belum lagi Sandiwara Radio Misteri Gunung Merapi , misteri Nini pelet ,selanjutnya masih inget ga dengan Sandiwara Radio Tutur Tinular sampai yang bertema drama seperti Ibuku malang Ibu Tersayang. wess.. keren-keren banget dah sandiwara radio ini di jamannya.

Di era akhir tahun 80 sampai awal 90 an adalah masa kejayaan Sandiwara Radio. Dimana kita tau pada saat itu supremasi Radio masih Berjaya (lah TV Cuma baru TVRI doang).  Radio seperti barang wajib bagi setiap rumah tidak seperti sekarang dominasi radio sudah mulai menurun drastis .  Jadi kangen dengerin lagi sandiwara radio, Kelebihan Radio dibanding Televisi kerasa banget karena imajinasi kita bisa bebas menggambarkan isi cerita yang hanya berisi suara dan sound efek.

Na untuk bernostalgia Ang mian kasih link sandiwara radio buat downloads

1. Sandiwara radio Mak rompang
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/p/misteri-mak-rompang.html?m=1

2. Misteri Nini pelet
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/2014/10/purnama-berdarah.html?m=1

3. Misteri Nini pelet episode 2
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/2014/10/bangkitnya-mayat-nini-pelet.html?m=1

Nb: kopi link tersebut ,kita buka browser, BSA uc browser , mozila dsb lalu tempel link tersebut.

Selamat mendownload dan nikmati nostalgia Anda. Wasalam


Link sumber :
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/?m=1

Kamis, 02 Maret 2017

Hobi ku dan anakku Thufail Algifari

Assalamualaikum warga gujeg yg tercerahkan,
Berikut ini foto - foto hasil buruan dan foto dede algifari lagi seting telle busnhel sambil zeroing di jarak 50 m, mantap kan.

Senin, 13 Februari 2017

Desa gujeg membangun

Desa Gujeg Kecamatan Panguragan Kabupaten cirebon Jawa Barat, terus melakukan berbagai pembangunan. Di bawah kepemimpinan Hj. Ruisah, Desa yang sebagian besar penduduk bermatapencaharian berdagang dan bertani. kini sudah semakin maju dan sejajar dengan Desa lainnya yang ada di wilayah kecamatan Panguragan.

Pada tahun 2016 ini, Kuwu Hj. Ruisah terus giat membangun desanya dengan anggaran dari DD, ADD maupun Banprov (Bantuan Provinsi). Sebagai bukti  untuk membangun dan memberdayakan masyarakatnya, hal ini disampaikan Kuwu hj . Ruisah yang didampingi oleh perangkat desa diruang kerjanya.
Hj. Ruisah yang belum genap 5 tahun menjabat orang nomor satu didesa Gujeg ini sudah banyak melakukan pembangunan didesa yang dipimpinnya, seperti pengaspalan jalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), pengerukan saluran irigasi Jamban dan pembangunan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Masyarakat desa Gujeg patut berbangga memiliki sosok kuwu yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakatnya. Selama periode kepemimpinan nya sudah banyak perubahan didesa desa Gujeg,  salah satunya wajah desa yang dulu tampak kurang indah kini  semakin sedap dipandang mata, dengan dibangunnya sebuah Gapura. Selain itu, kuwu Hj. Ruisah melakukan pengaspalan jalan dari Wates sampai seluruh akses jalan Gujeg, jalan setapak pun tak luput dari perhatian nya, semua enak di lalui kendaraan bermotor. Semua dana desa terserap maksimal pada era nya.

Di era Kuwu Hj. Ruisah
” Pembangunan desa menjadi prioritas utama dan itu terbukti di eranya

Desa Gujeg sendiri sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Dengan pengerukan saluran irigasi ,warga Desa Gujeg sedikitnya sudah merasa lega karena akses saluran irigasi pertanian yang dulu dikeluhkan oleh warga sekarang sudah dibangun oleh Pemdes setempat.
Kita sebagai anak desa Gujeg patut bangga dan mensupport program - program nya.

“Alhamdulillah di eramu lah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Gujeg, kini wajah desa ku kian indah di pandangan mata. Saya selaku warga desa turut bangga atas prestasi yang kau torehkan,
Saya dan seluruh masyarakat desa Gujeg selalu mendukung MU , ayo bersatu membangun desa.
Apabila ada kata - kata yg kurang berkenan saya mohon maaf yg sebesar-besarnya. Wasalam

Senin, 06 Februari 2017

ULAMA SELEBRITI

Asalamualaikum sedulur gujeg, semoga selalu di beri kesehatan dan diberikan umur panjang Amin. Kali ini saya posting edisi copy paste tentang ustadz selebriti membahana tapi miskin ilmu, semoga artikel bermanfaat bagi sedulur gujeg sekalian . 


Ustadz selebriti dibandingkan ulama di masa silam amat berbeda jauh. Yang satu lebih mengutamakan ilmu. Yang satunya lagi menarik simpatik pendengar karena bisa membuat lelucon, guyon, mengundang tangis, namun sayang tidak mengedepankan ilmu. Popularitaslah yang diincar dan tarif tinggi yang jadi patokan untuk mengisi barang satu atau dua jam. Para ustadz selebriti tidak mengetahui yang diomongkan apakah hadits yang shahih atau dusta, atau apakah yang disampaikan pada audience adalah kisah-kisah yang valid atau tidak ada asal-usulnya. Wallahul musta’an.

Kami ceritakan perkataan Ibnul Jauzi dalam kitab beliau Talbisul Iblis.
Dahulu para pemberi wejangan adalah para ulama dan fuqoha. Lihatlah bagaimana seorang ulama yang bernama ‘Ubaid bin ‘Umair menghadiri majelisnya ‘Abdullah bin ‘Umar -seorang sahabat Nabi yang mulia-. Sedangkan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menghadiri majelis yang biasa membawakan kisah-kisah. Kualitas bermajelis ilmu kemudian semakin merosot. Hingga orang-orang yang tidak berilmu yang angkat bicara setelah itu. Akhirnya, bermajelis dengan para ulama 

dijauhi. Majelis orang yang tidak berilmu inilah yang hadir beda, bahkan sampai menarik hati orang awam dan kaum wanita. Padahal majelis-majelis ini tidak diisi dengan ilmu. Hanya kisah-kisah yang memikat orang-orang bodoh yang disampaikan. Namun ujung-ujungnya banyak bid’ah yang tersebar di majelis semacam ini.

Pembawa kisah-kisah tersebut hanya menyampaikan hadits-hadits palsu (hadits maudhu’) berisi motivasi atau nasehat yang membuat merinding (takut). Iblis lantas menghias-hiasi para pendengar seakan-akan mereka diajak kepada kebaikan dan dijauhkan dari kejelekan.

Menyampaikan hadits-hadits palsu seperti itu dalam ceramah termasuk bentuk melampaui batas dalm syari’at (yang keliru). Seakan-akan syariat itu tidak sempurna, butuh penyempurnaan (dengan hadits-hadits yang bukan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, -pen). Mereka lupa akan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka silakan ia ambil tempat duduknya di neraka.”  Hadits mutawatir. (Al Muntaqo An Nafis min Talbisil Iblis, hal. 115).

Ibnul Jauzi juga mengatakan,
Para narrator yang tercela adalah yang umumnya hanya membawa kisah tanpa menyebutkan faedah ilmu di dalamnya. Bahkan narasi (cerita) yang disampaikan kadang keliru bahkan suatu yang hal yang mustahil dibayangkan.
Adapun jika kisah yang disebutkan benar, wajib menjadikannya sebagai wejangan. Inilah yang terpuji.
Ahmad bin Hambal pernah berkata,
ما أحوج الناس إلى قاص صدوق
“Manusia itu sangat butuh sekali pada kisah-kisah yang benar (kredibel atau jujur).” (Al Muntaqo An Nafis min Talbisil Iblis, hal. 114-115)

Kenyataan ustadz selebriti yang ada saat ini yang bermunculan di televisi-televisi hampir seperti yang diceritakan oleh Ibnul Jauzi di atas. Banyak yang hanya pintar orator. Banyak yang terampil membuat orang mudah menangis di majelis. Banyak pula yang hanya jadi narrator dengan membawa hadits-hadits dho’if atau palsu. Sedikit di antara mereka yang berilmu dengan menukil ayat Al Qur’an, hadits shahih atau bahkan perkataan ulama salaf.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,
إنما الفقيه من يخشى الله
“Orang yang faqih (berilmu) adalah yang takut pada Allah.” Dinukil pula dari Talbisul Iblis karya Ibnul Jauzi. Cukup nasehat ini menjadi isyarat pada kita manakah orang yang berilmu dan manakah orang yang cuma cari kemasyhuran dan ketenaran. Bandikan dengan da’i ilallah (da’i yang mengajak manusia pada jalan Allah dan kebenaran)!
Hanya Allah yang memberi taufik dan petunjuk pada kebenaran.

Referensi:
Al Muntaqo An Nafis min Talbisil Iblis karya Ibnul Jauzi, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1429 H.

Sumber 
https://rumaysho.com/3719-bandingan-ustadz-selebriti-dan-ulama.html,

Semoga sedulur gujeg menjadi orang yg tercerahkan, Amin
WASALAM

Selasa, 03 Januari 2017

Tanpa bantuan dukun pun kita semua bisa sukses

Assalamualaikum bro and sis jumpa lagi dengan angmian, semoga sedulur gujeg sehat walafiat & sukses selalu Amin. tulisan saya kali ini terinspirasi sama sohib ane, sama - sama orang sekampung nama nya mukromin, tentu nya ente knl kan. Ok langsung saja simak ulasannya


Semua tidak akan berhasil dengan baik kalau dilakukan dengan cara tidak baik atau asal-asalan, sekalipun seolah asal-asalan dan terkadang seseorang tidak menyadarinya ternyata yang dilakukannya merupakan suatu cara yang pas.

Ungkapan saya diatas sebenarnya bukan hanya berguna dalam dunia dagang tapi lebih pada tindakan untuk mencapai semua hal.

Kembali pada inti masalah sesuai judul tulisan ini, dukun tidak akan bisa membuat anda sukses berdagang tanpa peran profesional anda (bener GA bro..? ). Dalam hal ini saya ingin mengajak anda untuk berpikir dengan alasan berdasarkan dengan apa yang dipikirkan, bukan rajin berkata "saya tidak percaya" dan ketika ditanya apa alasannya tidak percaya tidak bisa jelaskan' tepatnya tidak punya alasan untuk tidak percaya.
Kalau tidak percaya pada dukun tapi tidak bisa menjelaskan atau tidak terpikir' apa alasannya untuk tidak percaya. maka ada kemungkinan anda bisa kembali mempercayainya. Semua yang bersifat gaib tidak akan bisa bekerja dengan sendirinya dan juga tidak akan bisa keluar dari lingkaran kosmid alam dengan hukum sebab musababnya. Dan saya mempercayai tanpa bantuan dukun pun kita bisa sukses asal kita mau berusaha  giat berkerja & berdoa kepada yg memberi rezki( bener GA bos ) .

Ah' Paragraf ketiga saya terlalu rumit untuk dipahami para pencita perdukunan. mari kita turun keparagraf yang sedikit mengguncang nalar untuk menampar kesadaran.

Sudah berapa jimat yang anda miliki?. oke jimat sakti mungkin, jimat yang bisa membuat anda kaya & dagangan nya laris, jimat yang bisa membuat anda hebat, jimat yang bisa membuat anda kebal, bahkan lebih kuat dari gatotkaca, sebanyak dan selengkap jimat kekuatan yang anda miliki tetap sing Sugi si Tomy Soeharto & Aburizal Bakrie, maka tinggalkan sifat-sifat  kaum pagan yg menjadikan kita jauh dari Alloh swt. Tanpa bantuan orang pintar pun saya dan anda bisa meraih sukses asalkan mau berusaha dan giat.

Dukun yang memberi anda penglarisan tidak akan bisa membuat anda laris dalam berdagang, jika anda memang tidak memiliki strategi dagang yang baik.
Inget Lo bro kesuksesan bukan Dateng dari orang pintar melainkan dari Alloh dgn cara kita giat berusaha.


Sekian dulu lulusan dari ang mian, apabila ada salah ucap ang mian mohon maaf yg sebesar-besarnya. Wassalam

Minggu, 04 Desember 2016

Berdoa kok di facebook

Assalamualaikum sedulur gujeg ku , semoga kalian tidak bosan ya sama postingan di blog ang mian, ga perlu basa - basi lagi simak saja ulasan dari saya.

Saat saya menulis ini, saya bener-bener baru bangun. Saya bikin kopi dan menyeret sebatang rokok gudang garam filter kesukaan saya. iseng, saya online sebentar ke salah satu media sosial. Dan saya kembali harus mengernyitkan kening dan menahan kemuakan saat menemukan lagi-dan-lagi seseorang berkicau doa di sebuah media sosial. Fenomena macam apa ini?

Allah tidak punya facebook, twitter, email, atau apapun lah itu yang sekarang ini sering kita pakai untuk menyuarakan isi hati kebanyakan curhat. Allah tidak pernah minta nama-Nya di-tag di salah satu status di facebook kita atau di-mention di twitter.

Atau hanya sekedar pamer kalo kita saban menit inget sama Sang Maha Pencipta? .So..!! lo pergi ke masjid berdoa, dan meminta apa pun yang lo inginkan. Mesjid semakin banyak dan besar, namun semakin sepi. Ya jelas sepi orang - orang pada nongkrong di fb , twitter , instagram dan lain sebagai nya.

Mengumbar-umbar doa itu menurut saya malah gak barakallah. Karena apa? Coba tanya ke diri kamu sendiri, saat kamu mengumbar kicau doa di media sosial, pasti ada sedikit saja –secuil saja- keinginan untuk menampakan pada orang-orang bahwa kamu sedang mempunyai masalah atau ingin memberi tahu dunia bahwa kamu tipe orang yang rajin bersyukur. Atau….hanya sekedar mengharapkan jempol atau re-tweet dari orang-orang karena memang ternyata terbukti ampuh menarik simpati orang dengan kicau doa ini. Ayola bro itu riya. Ada maksud terselubung lain selain meminta pada Allah. Apa Allah suka orang yang riya? Ah, saya tidak perlu menjawabnya.

Apa? Berdalih bahwa “Ini akun, akun saya! Status, status saya! Kenapa kamu yang sibuk?! Gak suka gak usah baca!”.  Saya cuma nyoba ngelurusin jalan pikiran kamu yang mulai plintat-plintut itu.

Masih nyolot juga bilang “Masalah buat elo?!”. Haaahaaa
Aneh bukan ,berdoa kok di facebook biar di bilang orang alim kali..!!!

"Yang namanya berdoa itu gak perlu pake perantara, ambil air wuduh trus shalat dan panjatkan doa dalam hati dan tujukan ke Maha Pencipta, niscaya bakal didengerin kok." Setuju ga bro..? Jadi gunakanlah sosmed buat hal - hal positif saja ya guys & yang negatif jangan.

Apabilah ada kata - kata yg kurang berkenan ang mian minta maaf yang sebesar - besar nya .

WASALAM..

Rabu, 30 November 2016

Budaya pamer dunya ( harta ) di kampungku

Aku melihat ada suatu “penyakit” di kampungku, entah penyakit apa namanya. Mungkin penyakit satu ini melanda kampung-kampung yang lain juga, melanda desa lain atau bahkan kotaku. Ah kuharap jangan. Tak mampu kubayangkan jika penyakit ini merasuk ke setiap warga kampung, menggerogoti setiap sendinya hingga melahap satu sama lain.

Sebuah desa terpencil yang terletak di seberang kali Bengawan panguragan. Wilayahnya yang membentuk huruf O, di mana di kiri kanan membentang sawah dari pagertoya hingga desa kreyo , Desa Gujeg Kecamatan Panguragan Kabupaten cirebon.

Ada satu hal yang membuatku terusik untuk menuliskannya. , karena kecintaan ku pada kampung gujeg.  Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa, namun aku juga masih bukan apa-apa. Ingin sekali rasanya aku membuat sesuatu yang dapat menyadarkan mereka, membebaskan dari belenggu penyakit yang terus mendera setiap warganya.

Aku merasa bahwa setiap warga di kampungku selalu mencoba untuk “unjuk gigi” satu sama lain, dengan kekayaannya, hartanya dan kendaraannya. Orientasi mereka bukan lagi sebuah kesederhanaan seperti orang desa dulu. Semuanya berlomba-lomba mengejar harta, menuhankan uang. Yang ada di pikiran mereka adalah bekerja agar punya uang, supaya memiliki sesuatu yang bisa “menjual”. Pemuda-pemuda desa terpaksa harus merantau ke Jakarta mencari pekerjaan, sedang pendidikan bukanlah jadi hal utama.

Ibu- ibu saling pamer gelang dan kalung agar diakui sebagai keluarga terpandang, supaya kami warga yang miskin kagum dan berkata “wow” padanya. Tolak ukur suatu kesuksesan pun kini telah berganti makna. Adalah dengan minimal memiliki sepeda motor dan pekerjaan tetap, kau telah sukses. Tak peduli itu motor siapa pekerjaannya pun apa. Dengan begitu mereka bisa “dianggap” dan diterima oleh masyarakat.

Setiap dari mereka saling membanggakan diri dengan pekerjaannya masing-masing. Menjadi sebuah “keharusan” jika kemana-mana selalu membawa kendaraannya “tercinta”, ke mushola, kuburan, ngirim zakat ke tetangga dll. Kalau lebih mudah dengan jalan kaki kenapa harus naik motor? Kalau lebih enak naik motor, kenapa harus pakai mobil?

Lalu hal yang menarik lagi adalah pemuda desa di kampungku. Jujur aku miris melihatnya.  Hampir semua orang tua dikampungku tak peduli lagi dengan pendidikan anaknya, yang ada di kepala mereka adalah anak-anaknya segera bekerja dan menikah. Betapa banyak teman seanggkatanku bahkan adik kelas yang telah menikah di usia dini. Mungkin mereka siap secara materi karena punya pekerjaan tetap, tapi apakah mereka siap untuk memberi pendidikan yang layak bagi anak-anaknya?

Belum lagi masalah moral pemuda yang suka bersenang-senang dan melanggar pakem-pakem yang ada. Namun yang tak mampu aku cerna adalah, orang tua mereka seakan tak peduli jika itu terjadi pada anaknya. Maka aku berasumsi, layaknya di televisi-televisi, kehancuran moral seorang anak itu disebabkan buruknya orang tua dalam mendidik anak, sehingga wajar adanya jika hal ini terjadi. Ya, inilah realita sesungguhnya yang terjadi di kampungku.

Mencoba menerawang sejarah. Aku masih ingat, dulu semasa kecil di awal tahun 2000-an, saat maghrib menjelang kami berbondong menuju mushola untuk sholat dan belajar mengaji. Masih terbayang jelas kami bermain berupa-rupa permainan yang sekan tak ada habisnya. Hari libur adalah hari yang menyenangkan karena kami bisa bermain seharian penuh. Ada petak umpet, kelereng, bermain karet, bola bekel, layang-layang, slodoran, bom-boman, tentara-tantara-an, mencari sarang burung, memanjat, berenang, bermain bola dan lain-lain.

Mungkin generasi kami, generasi 90-an merupakan generasi terakhir yang sempat merasakan permainan tradisional, sebelum era millennium tiba. Dan kini, perlahan namun pasti, lapangan semakin sepi, acara Agustus-an pun semakin tak diminati. Anak-anak lebih gemar ke warnet dari pada bermain bersama. Mengaji ke mushola adalah sebuah formalitas belaka. Buktinya, banyak anak-anak bolos mengaji dibiarkan saja oleh orang tuanya. Sekolah pun hanya untuk bisa calistung tok. Yang perempuan lulus SMP atau SMA langsung menikah, yang laki-laki lulus atau tidak SMP/SMA tetap ke Jakarta mencari kerja.

Masalah ekonomi masih menjadi alasan klasik kami untuk diam di tempat. Tapi apakah karena masalah ekonomi pula adat dan budaya kampung ini tersisihkan? Lalu nilai-nilai dan norma yang ada semakin ditinggalkan? Yang tabu tak lagi dianggap malu, yang hina malah disuka, namun yang berwenang tetap tak mau tahu.

Belum cukup sampai disitu. Layaknya di kota, ketimpangan antara si miskin dan si kaya pun terjadi di kampungku. Si kaya semakin merajalela dan menikmati perannya untuk membuat si miskin iri.  hingga nenek tua yang hidup sendiri di tinggal anak-anaknya.

Komplitsudah permasalahan di kampungku. Jika siklus ini terus berlangsung, lalu apa gunanya pendidikan? Toh sebagian besar mereka bekerja dengan otot bukan otak. Indonesia merdeka 71tahun atau 400 tahun lagi pun mungkin tak ada yang berubah banyak pada kampungku. Oh sungguh miris ..!!! Cukup sekian unek - unek dari saya yg peduli dan cinta sama desaku tercinta.
kalau ada kata saya yg kurang berkenan ANG MIAN mohon maaf yang sebesar-besar nya

WASALAM

Rabu, 09 November 2016

pembangunan di desaku dari masa ke masa

                                                                     

                                                      
 
    Desa Gujeg nama desa ku kata orang tua berarti jejeg ( tak berkurang ), desa ku ini terletak di kabupaten
Cirebon kecamatan Panguragan. di desa ku ini pemandangan nya hijau nan asri, perlu kalian ketahui di desa ku ini cewek nya cakep-cakep lo ( heeheee.. ), cowok nya  juga ganteng - ganteng pokoke bagi kalian yang singgah di kampung ku di jamin betah dan gak mau pulang de...!!!
   Di desa ku ini di pimpin oleh kuwu perempuan, nama kuwu nya hj. Ruisah ( kuwu perempuan pertamaa dalam sejarah di desa ku ) , di era kepemimpinan nya banyak yg mencibir, gak bisa ini lah  & gak bisa itu lah
tapi bagi saya mereka yg nyinyir itu berpikiran kuno dan kolot, kalau menurut saya yg penting bisa membangun desa dan memajukan desa kenapa tidak kita dukung ( bener ga bro...) toh kuwu laki - laki juga belum tentu sebaik perempuan dalam memajukan desa kita ini
  menurut cerita kakek ku, dari sekian kuwu laki - laki yg memimpin gujeg ini baru kuwu sukardi ( ALMARHUM ) yg mendapat tempat di hati masyarakat gujeg , ya walaupun memimpin dengan sisitem yg otoriter. pada masa pemerintahan nya saluran irigasi lancar dan fungsi kali berjalan sebabagai mana mesti nya kata kakek ku, itu dulu lain dengan sekarang pungkas nya.
sepeninggal kuwu Sukardi ( ALMARHUM ) , kali - kali mengalami penyempitan, got - got tidak jalan , saluran irigasi tidak berjalan sebagai mana mesti nya. bukan saya mengecilkan pamri sesudah
 kuwu almarhum Sukardi menurut saya mereka itu gagal dalam membangun desa, mereka hanya bisa mengklaim kalau saya berhasil membangun desa dan pada kenyataan nya tidak ada yang di rasakan petani dan warga desa gujeg.
  Alkhamdulilah di era kuwu sekarang sudah mulai ada pembangunan di desa ku, mulai dari saluran irigasi dari wates gujeg sampai sampai pojok kulan sedang di kerjakan pengerukan , pembangunan gapura yg dulu tidak ada sekarang sudah mulai di bangun , kantor kuwu pun sudah dalam tahap renovasi dan selokan pun sudah kembali ke fungsi nya, ya walaupun masi ada kekurangan di sana - sini , tapi bagi saya itu besar manfaat bagi petani dan warga desa. terimah kasih ibu kuwu kini di era mu memimpin desa sudah ada pembangunan di desa kami dan seluruh masarakat desa gujeg selalu mendukung mu. mari kita sama - sama bergotong royong membangun desa ke era yang lebih maju lagi, sekian dan terimah kasih


nb*mohon maaf apabilah ada kata - kata yg kurang berkenan
     saya mohon maaf yg sebesar - besar nya

Kamis, 03 November 2016

gujeg ku kini dan sekarang

  1. Kampung kecil di salah satu kecamatan yang ada di kabupapaten cirebon ini dahulu adalah kampung yang religius, kampung yang kental dengan kegiatan keagamaan, kampung yang setiap sore selalu terlihat anak-anak mulai dari usia SD sampai usia SMA lalu lalang dengan sarung dan kopyah di kepala untuk menuju musholla, surau, langgar, masjid dan tempat ibadah yang lain untuk ngaji, nyantri dan belajar membaca Quran. Menjelang maghrib sampai kira-kira jam 8 malam, kampungku ini tak pernah sepi dari lantunan ayat suci al-Quran, teriakan anak-anak yang sayup-sayup terdengar dari beberapa surau dan musholla, mereka dengan fasih melafalkan kalimat berbahasa Arab, mulai dari bacaan sholat, syair dan bait dari kitab suci alquran, dan sebagainya.
    gujeg, itu nama kampungku. Desa gujeg di kecamatan Panguragan ini merupakan desa kecil, desa yang akses menuju kecamatan, harus melalui deretan sawah dan hamparan lahan kosong, hingga kebiasaan masyarakat sekitar menjelang maghrib sudah tak ada lagi aktivitas di luar kampung yang dilakukan. Maka tak heran jika kampungku ini jauh dari kesan nakal, bukan kampung yang dihuni oleh pemuda pemabuk, bukan pula kampung yang rame dengan pemuda yang nongkrong di pos ronda dengan kartu remi. Kampungku adalah kampung damai, sebagaimana yang tertulis dalam syair lagu salah satu mars disalah satu sekolah dikampungku ini.
    Secara geografis, desa gujeg disebelah barat berbatasan dengan desa kreyo, sedangkan disebelah timur berbatasan dengan desa pagertoya. Mayoritas penduduk di desaku ini berprofesi sebagai petani, sebagian pedagang dan sebagian lagi pengangguran, inilah kampungku. Walaupun sebagian mereka pengangguran, namun mereka jauh dari kesan nakal, sama sekali tak terlibat kriminal,.
    Pendidikan masyarakat di desa gujeg pun tergolong rendah kala itu, salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses pendidikan, masyarakat yang hendak melanjutkan ke sekolah tingkat lanjut, harus keluar kampung bahkan keluar kecamatan. Maka tak heran jika sebagian besar masyarakat di desa gujeg berpendidikan SD.
    desa gujeg adalah desa yang asri, desa yang damai, desa yang jauh dari kesan desa nakal, karena hampir seluruh pemuda di desa gujeg adalah pemuda terdidik walaupun mereka tidak berpendidikan tinggi. Pesantren cukup bagi pemuda dan anak-anak di desa gujeg sebagai jembatan untuk menggapai ilmu pengetahuan dan cita-cita dimasa yang akan datang.
    Kini, desa yang dahulu asri dan damai itu berubah, berubah sekali, berubah 180 derajat. Desa yang dahulu aman dan damai, seolah menjadi tempat yang tak nyaman, menjadi desa yang mencekam, desa yang jauh dari kesan desa santri, anak-anak tak lagi terlihat berlalu-lalang dengan kopyah dan sarungnya menuju ke musholla, lantunan ayat dan kalimat berbahasa Arab pun mulai tak terdengar dan seolah lenyap.
    Entah apa yang menyebabkan desaku ini berubah sedemikian rupa, pemuda dan pemudi di kampungku mulai banyak yang bermasalah, mulai dari  pemakai dan pemabuk, na’uzubillah.
    Pada sisi yang lain, sisi yang baik, mulai banyak bermunculan sarjana dan beberapa pemuda yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tingkat kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mulai terbangun.
    Namun sayang sungguh sayang, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan itu pun diikuti oleh aib jelek yang ditorehkan oleh ulah sekelompok pemuda yang tak bertanggung jawab, mereka ada yang terlibat narkoba & pemabuk.
    Oh…kampungku, nasibmu kini tak seindah saat aku masih bersamamu dulu. Esok dan entah di masa yang akan datang, apa yang akan terjadi pada kampungku ini, aku sendiripun tak mampu membayangkannya.
    Hanya mampu berdoa dan berharap, semoga kelak dimasa yang akan datang, kampungku menjadi kampung yang baik, kampung yang aman, kampung santri yang penuh dengan lantunan ayat suci dan kalimat berbahasa Arab, Aamiin.

    sekian dulu keluh - kesah yg membuat ang mian resah, salam sejahtera selalu buat warga gujeg 

Rabu, 13 April 2016

sejarah desa

hallo sedulur gujeg , pada malam hari ini saya akan posting sejarah lokal desa kita, semoga bermanfaat.

Sejarah lokal mengandung suatu pengertian, bahwa suatu peristiwa yang tidak terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar ke daerah lainnya. Sejarah tentang suatu daerah memuat suatu awal daerah tersebut seperti asa-usul daerah yang bersangkutan sampai kepada perkembangan daerah itu pada masa berikutnya. Setiap

wilayah di Indonesia memiliki karakter tersendiri. Hal ini di sebabkan karena masing-masing wilayah di Indonesia terbentuk melalui sejarah panjang yang berbeda-beda. Demikian juga kebudayaan, merupakan produk dari

proses sejarah yang panjang.oleh karena itu sejarah lokal merupakan hal yang sangat kompleks yang memiliki banyak aspek dari keseluruhan pengalaman kolektif masa lalu meliputi aspek sosial budaya, polikit, agama, teknologi, ekonomi, dan sebagainya dalam suatu wilayah tertentu.

Sejarah lokal yang identik dengan cerita rakyat sampai sekarang masih berkebang terus dan penyebarannya secara turun temurun oleh masyarakat. Tetapi masih banyak cerita rakyat yang belum terdeteksi maupun tersimpan dalam bentuk tulisan maupun kajian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di daerah biasanya dikenang

dan diingat dalam bentuk nama. Nama tersebut biasanya diambil dari nama peristiwa,orang, binatang, tumbuhan dan sebagainya. Oleh karena berbagai alasan diatas, saya selaku warga asli gujeg ingin meneliti, menelaah dan merekap sejarah lokal di Desa gujeg

Kecamatan panguragan Kabupaten cirebon. saya beri judul Asal-Usul Nama Desa gujeg kabupaten panguragan

saya ingin mencari tahu asal-usul nama Desa gujeg, karena saya ingin mengetahui dan membaginya pada pembaca. Serta selama ini belum ada yang mencari tahu sejarah tentang desa gujeg. Banyak masyarakat di desa kita yang tidak memahami dan mengetahui sejarah
lokal yang ada didaerahnya masing-masing. Ini dikarenakan minimnya pengetahuan tentang sejarah lokal di wilayahnya,adapun sumber suber untuk mengetahui secara lisan banyak yang sudah meninggal, pikun, atau bukan penduduk asli dari daerah tersebut. Selain itu setelah

saya melakukan tanya jawab kepada orang tua yg ada di desa gujeg, saya menemukan keunikan dari kebudayaan yang terkandung di dalam cerita-cerita tersebut. Hal itu patut untuk diteliti lebih lanjut agar masyarakat lebih memahami dan menghargai cerita-cerita rakyat yang terdapat di daerah mereka masing-masing.

bersambung

Selasa, 05 April 2016

blog anak gujeg

assalamualaikum kawan wong dwek, blog ini sya buat bertujuan mengungkap sejarah desa gujeg, seluk beluk kehidupan orang gujeg & yg pastinya mempererat tali silaturahmi antar sesama wong gujeg yg cinta damai . #piss