Rabu, 24 Mei 2017

Puisi untuk sang penjilat

Puisi ini khusus untuk kamu, sang penjilat.


Yang menyisihkan waktunya semenit atau bahkan berjam-jam hanya untuk menceritakan hal kosong, yang bahkan tak bernilai di mata orang bijak.
Yang merelakan mulutnya berbusa, menceritakan kebencian, keburukan orang lain!


Yang selalu menganggap dirinya Tinggi! Walau sebenarnya Rendah.
Kapan kamu bisa mengerti? Paham, bahwa kelakuanmu itu mematikan?
Kapan kamu paham, kalau kelakuanmu hanya seperti pohon yang tak berbuah?
Atau bahkan seperti Rumah tak berpenghuni?
Yang sia-sia, tak berguna, nol besar?

Hati ini meringis..
Meringis bukan karena di rendahkan olehmu atau karena di caci olehmu.
Tapi lebih jelasnya, karena melihat kelakuanmu yang lebih rendah..
Lebih rendah dari seseorang yang pekerjaannya hanya  meminta-minta perhatian,


Lebih rendah dari seseorang yang selalu menertawakan kekurangan orang lain ,
Dan bahkan lebih rendah dari mereka yang hari-harinya terkurung dalam kegelapan.

Rabu, 17 Mei 2017

SUASANA MENJELANG PILWU DI DESA GUJEG

suasana panas dan saling perang opini warga desa di kampungku, baik di desa maupun di kota Jakarta . Mereka selalu melempar opini panas yg kian panas, Di sosmed pun tak ketinggalan mereka saling beropini calonnya lah yang paling bener dan pantas duduk di kursi panas nan empuk.

Tak dapat di pungkiri jabatan kuwu memang strategis , selain menjanjikan naiknya status sosial ekonomi terlebih bengkok dan siltapnya . heee...heee
Ia menjadi figur yang di anggap Masyarakat memiliki kelebihan tersendiri,
Disegani dan di hormati.

Para pendukung masing - masing calon menarik simpati warga dengan berbagai cara, yang jelas masing - masing kubu merasa calonya-lah yang paling pantas duduk disinggasana kuwu.

Tidak jarang terjadi , upaya masing - masing kubu untuk menarik simpati masa ini menimbulkan situasi panas dan tegang . Ada keharusan bahwa calonnya lah yang harus keluar sebagai pemenang. dalam situasi ini di perlukan peran aktif dari Pemdes , Calon Kuwu dan Tetua Desa untuk memberikan pengertian agar tidak terjadi gesekan antar sesama warga Desa.

Celakanya  Mereka tutup mata dan membiarkan gesekan - gesekan itu terjadi di masyarakat, sungguh ironis memang dinamika yang terjadi di Desaku.

Masih teringat di benak kita semua peristiwa priode lalu , Ada anak yang di usir oleh Bapaknya gara - gara Pilwu hanya karna perbedaan kubu , ada Jami'ah yang bubar gara- gara Pilwu dan masi banyak lagi kawan . kejadan ini sebenarnya pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua dan jangan sampai terulang ke dua kalinya.

Jangan ada lagi perpecahan di antara warga desa dan saya yakin warga Desa sudah semakin dewasa dalam berpolitik , Panggung pilwu adalah rivalitas sementara , begitu rivalitas usai kita ini saudara sekampung , jangan mau di perbudak oleh oknum - oknum, jangan ada lagi sekat - sekat pemisa di antara para sedulur. mari kita bersatu membangun desa ke arah yang lebih maju. pilwu bukan ajang pecah belah , bukan menghadirkan sekat - sekat pemisa melainkan arena memilih pelayan bagi semua kalangan.

Mari kita sukseskan Pilwu di desa kita dengan Aman dan Damai , kita junjung tinggi rasa persaudaraan dan kekerabatan.

SALAM KOMPAK SELALU WARGA DESAKU
bukan untuk menghadirkan sekat-sekat pemisah, melainkan arena untuk memilih pelayan bagi semua kalangan. - See more at: http://mediaindonesia.com/editorial/read/983/demokrasi-kita-semakin-dewasa/2017-02-16#sthash.9iPJamjs.dpuf
bukan untuk menghadirkan sekat-sekat pemisah, melainkan arena untuk memilih pelayan bagi semua kalangan. - See more at: http://mediaindonesia.com/editorial/read/983/demokrasi-kita-semakin-dewasa/2017-02-16#sthash.9iPJamjs.dpuf



 

Minggu, 14 Mei 2017

Suasana lebaran di kampungku dulu dan kini

Dulu, setiap kali hendak malam takbiran aku dan kawan kecilku begitu antusias menyambutnya,
kini, anak - anak kecil di sekitaran rumah bahkan semangatpun tidak.

Dulu, sekali puasa sudah genap 30 hari. pasti kampung telah bersiap dengan sejuta sambutan takbir.
kini, sidang isbat menghambat semuanya.

Dulu, aku dan kawan kecilku tak pernah pulang ke rumah sebelum azan subuh berkumandang untuk mengumandangkan takbir.
kini, generasi cilik kampungku lebih senang menonton dan tertidur pulas di depan tivi.

Dulu, ragam lampu kerlap kerlip depan rumah rumah.
kini, aku lampu seen motor yang berseliweraan.

Dulu, remaja kampung suka keliling mushola.
kini, remaja kampung suka keliling wall facebook.

Dulu, ibu selalu menyuruh membuka pintu rumah sampai subuh di malam takbiran.
kini, lewat jam 11 lampu depan sudah mati.

Dulu, sekedar kembang api tangan dan kembang tetes sungguh mengasyikkan.
Kini, cuma mercon yang menarik perhatian.

Dulu, zakat cuma untuk mereka yang kurang mampu.
kini, semua warga kebagian rata.

Dulu, obor dimana mana
kini, jalanan lengang seperti tak ada apa - apa.

Dulu, halal bihalal bahkan bisa sampai jam 4 sore.
Kini, lewat jam 11 siang jalanan lengang.

Dulu, aku dan kawan kecilku tak pernah melewatkan 1 rumah pun saat keliling.
kini, hanya 1 blok. itu pun beberapa yang kenal cukup akrab

Dulu, siapapun itu, dijalan semuanya bersalam-salaman.
kini, kenal pun kadang pura2 tak lihat. :(

Dulu, kalimat maaf terucap langsung dari mulut,
kini, kalimat maaf sebatas bbm, chat, tweet dan status

Senin, 08 Mei 2017

contoh membuat spk dan perjanjian pembuatan taman

assalamualaikum sedulur gujeg ku , semoga warga gujegku selalu dalam keadaan sehat walafiat dan sukses selalu. amin ya rob...!
pada kesempatan hari ini ang mian mencoba membuat postingan , contoh membuat pengajuan proposal  taman dan spk nya, semoga bermanfaat nya ya

  1. Contoh pertama


2. contoh ke dua



3. contoh ke tiga

4. contoh ke empat



semoga bermanfaat ya sedulur gujeg, 

wasalam

Senin, 20 Maret 2017

Sandiwara radio

Assalamualaikum sedulur Gujeg.

Buat sedulur - sedulur yang pernah ngalamin masa jayanya sandiwara Radio tentunya punya kenangan manis dengan Sandiwara Radio ini. Tiap pulang sekolah dan malam hari ngejogrokin Radio Cuma buat dengerin Sandiwara Radio Saur Sepuh aka Satria Madangkara, Nini pelet dan Mak rompang. Posting Ini Ang mian sajikan sebagai Nostalgia sandiwara Radio Era 90 an. Belum lagi Sandiwara Radio Misteri Gunung Merapi , misteri Nini pelet ,selanjutnya masih inget ga dengan Sandiwara Radio Tutur Tinular sampai yang bertema drama seperti Ibuku malang Ibu Tersayang. wess.. keren-keren banget dah sandiwara radio ini di jamannya.

Di era akhir tahun 80 sampai awal 90 an adalah masa kejayaan Sandiwara Radio. Dimana kita tau pada saat itu supremasi Radio masih Berjaya (lah TV Cuma baru TVRI doang).  Radio seperti barang wajib bagi setiap rumah tidak seperti sekarang dominasi radio sudah mulai menurun drastis .  Jadi kangen dengerin lagi sandiwara radio, Kelebihan Radio dibanding Televisi kerasa banget karena imajinasi kita bisa bebas menggambarkan isi cerita yang hanya berisi suara dan sound efek.

Na untuk bernostalgia Ang mian kasih link sandiwara radio buat downloads

1. Sandiwara radio Mak rompang
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/p/misteri-mak-rompang.html?m=1

2. Misteri Nini pelet
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/2014/10/purnama-berdarah.html?m=1

3. Misteri Nini pelet episode 2
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/2014/10/bangkitnya-mayat-nini-pelet.html?m=1

Nb: kopi link tersebut ,kita buka browser, BSA uc browser , mozila dsb lalu tempel link tersebut.

Selamat mendownload dan nikmati nostalgia Anda. Wasalam


Link sumber :
http://sandiwaradio.blogspot.co.id/?m=1

Kamis, 02 Maret 2017

Hobi ku dan anakku Thufail Algifari

Assalamualaikum warga gujeg yg tercerahkan,
Berikut ini foto - foto hasil buruan dan foto dede algifari lagi seting telle busnhel sambil zeroing di jarak 50 m, mantap kan.

Senin, 13 Februari 2017

Desa gujeg membangun

Desa Gujeg Kecamatan Panguragan Kabupaten cirebon Jawa Barat, terus melakukan berbagai pembangunan. Di bawah kepemimpinan Hj. Ruisah, Desa yang sebagian besar penduduk bermatapencaharian berdagang dan bertani. kini sudah semakin maju dan sejajar dengan Desa lainnya yang ada di wilayah kecamatan Panguragan.

Pada tahun 2016 ini, Kuwu Hj. Ruisah terus giat membangun desanya dengan anggaran dari DD, ADD maupun Banprov (Bantuan Provinsi). Sebagai bukti  untuk membangun dan memberdayakan masyarakatnya, hal ini disampaikan Kuwu hj . Ruisah yang didampingi oleh perangkat desa diruang kerjanya.
Hj. Ruisah yang belum genap 5 tahun menjabat orang nomor satu didesa Gujeg ini sudah banyak melakukan pembangunan didesa yang dipimpinnya, seperti pengaspalan jalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), pengerukan saluran irigasi Jamban dan pembangunan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Masyarakat desa Gujeg patut berbangga memiliki sosok kuwu yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakatnya. Selama periode kepemimpinan nya sudah banyak perubahan didesa desa Gujeg,  salah satunya wajah desa yang dulu tampak kurang indah kini  semakin sedap dipandang mata, dengan dibangunnya sebuah Gapura. Selain itu, kuwu Hj. Ruisah melakukan pengaspalan jalan dari Wates sampai seluruh akses jalan Gujeg, jalan setapak pun tak luput dari perhatian nya, semua enak di lalui kendaraan bermotor. Semua dana desa terserap maksimal pada era nya.

Di era Kuwu Hj. Ruisah
” Pembangunan desa menjadi prioritas utama dan itu terbukti di eranya

Desa Gujeg sendiri sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Dengan pengerukan saluran irigasi ,warga Desa Gujeg sedikitnya sudah merasa lega karena akses saluran irigasi pertanian yang dulu dikeluhkan oleh warga sekarang sudah dibangun oleh Pemdes setempat.
Kita sebagai anak desa Gujeg patut bangga dan mensupport program - program nya.

“Alhamdulillah di eramu lah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Gujeg, kini wajah desa ku kian indah di pandangan mata. Saya selaku warga desa turut bangga atas prestasi yang kau torehkan,
Saya dan seluruh masyarakat desa Gujeg selalu mendukung MU , ayo bersatu membangun desa.
Apabila ada kata - kata yg kurang berkenan saya mohon maaf yg sebesar-besarnya. Wasalam